Bapelkes Cikarang
  • Languages
<

Artikel

Cermin Integritas

Integritas berdasarkan kompetensi perilaku Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), adalah bertindak secara konsisten antara apa yang dikatakan dengan tingkah lakunya sesuai nilai-nilai yang dianut (nilai-nilai dapat berasal dari nilai kode etik di tempat dia bekerja, nilai masyarakat atau nilai moral pribadi).

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian integritas adalah mutu, sifat, dan keadaan yang menggambarkan kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan memancarkan kewibawaan dan kejujuran.

Ciri-ciri orang yang berintegritas, yaitu :

  1. Berkepribadian utuh (setiap tindakan dan perilaku merujuk pada nilai moral dan etika)
  2. Satunya perkataan dan perbuatan
  3. Patuh pada kode etik yang telah disepakati atau tidak melanggar sumpah jabatan
  4. Tidak tergoda melakukan penyelewengan dengan wewenang yang dimiliki , seperti : konsumerisme & hedonisme, tata nilai dan ukuran moral masyarakat yang salah, serta manusia yang terpukau dan terpedaya oleh uang dan kekuasaan.
  5. Menjadi panutan

Sudahkah kita berintegritas ?

Mari kita nilai diri kita masing-masing dengan bercermin pada hati nurani masing-masing. Pertanyaan berikutnya adalah : ‘kenapa kita harus menggunakan hati nurani sebagai cermin diri?’ Karena hati nurani tidak pernah berbohong dan merupakan cermin terbaik bagi diri kita sendiri. Artinya kita secara pribadi dapat mengetahui bagaimana cermin integritas kita dengan bertanya dan jujur pada diri kita sendiri. Sebagai manusia kita diberikan hati nurani oleh Allah SWT yang dapat kita gunakan sebagai “CERMIN” diri agar kita melihat diri kita secara utuh. Oleh karena itu mari kita coba menjawab secara jujur sesuai hati nurani, apakah kita mampu melakukan hal-hal berikut ini :

  1. Mengakui pelanggaran atau kesalahan integritas yang pernah dilakukan
  2. Memperbaiki pelanggaran atau kesalahan integritas yang pernah dilakukan
  3. Mengingatkan orang lain karena tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang diyakini
  4. Menegur orang lain karena melanggar nilai-nilai dan norma yang diyakini
  5. Menyatakan kepada atasan karena melanggar nilai-nilai dan norma yang diyakini
  6. Memberi masukan kepada atasan karena menegur hal-hal yang tidak benar
  7. Menyampaikan kebenaran dalam situasi yang sulit diceritakan
  8. Menjelaskan kerugian-kerugian pribadi yang pernah dialami akibat penyampaian kebenaran
  9. Menguraikan tindakan-tindakan dalam mempraktikkan atau mempertahankan kebenaran.

 

Jika kita mampu melakukan semua hal tersebut diatas maka kita termasuk orang yang memiliki integritas. Salah satu langkah untuk mengetahui seberapa tinggi kadar integritas dalam diri kita adalah dengan melakukan introspeksi sehingga kita dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kadar integritas diri kita.  Cara lain adalah dengan mempelajari biografi dari orang-orang yang sudah terbukti memiliki integritas tinggi. Di Indonesia ada beberapa tokoh bangsa yang berintegritas dan dapat dijadikan panutan, yaitu :

  • Mohammad Hatta
  • Mohammad Natsir
  • Agus Salim
  • Hoegeng Iman Santosa
  • Sri Sultan Hamengku Buwono IX
  • Baharuddin Lopa

 

Memiliki integritas yang tinggi akan melahirkan orang-orang yang disiplin dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Pribadi yang berintegritas akan tetap pada komitmennya dan tahan terhadap ujian yang akan menggoncangkan komitmen tersebut. Kita akan merasa lebih baik jika kita memilih hidup yang berintegritas. Salam Integritas !

Sumber :

Tim Pusat Edukasi Antikorupsi. 2017. Infografis Antikorupsi. Jakarta : Pusat Edukasi Antikorupsi (Anti-Corruption Learning Centre), Komisi Pemberantasan Antikorupsi.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), [https://kbbi.web.id/integritas, diakses tanggal 08 Desember 2017].

 

leave a comment